The Endless Summer “Long Way Down”

The Engdless Summer adalah band baru *yang baru saya tahu. Berawal saat buka email yahoo dan saya melihat email dari “Tweet for a Track” then I opened it dan ada perintahnya kalau mau download silahkan di klik. Gara-gara melihat lagu yang judulnya “Born This Way” kepunyaan dari Lady Gaga langsung ke situsnya. Dari list yang ada, saya melihat “The Endless Summer” saya lihat dari namanya keren, makanya saya coba untuk download lagunya yang berjudul “Long Way Down”.

Setelah mendengarkan lagu dari The Endless Summer “man I like it”. Dalam sehari itu saya bisa mendengarkan beberapa kali *wajar kali ya masih baru sih :D. Dengan mencuri-curi waktu kerja I searched The Endless Summer on Google, well I found it:

Mereka adalah band yang baru terbentuk 3 tahun yang lalu tetapi mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kepopulerannya. Band yang mengusung genre musik Alternative Pop/Rock ini beranggotakan 4 personil yaitu :
Nick Bacon – Lead Vocal
Tyler Long – Lead Guitar, Vocal
Shay Johnson – Guitar, Vocal,
Dustin Langston – Drums

Khusus untuk lagunya yang berjudul Long Way down, I LIKE IT SO MUCH. Yang membut saya heran adalah kenapa di Fan Page Facebook nya sepi banget ya? Masa iya band bagus kaya mereka belum punya banyak penggemar or perhaps because they are new band? I think so. Well I tried to find other songs from The Endless Summer, Damn I cant find it. Saya rasa mereka hanya merilis single aja bukan album. Well, I will wait your new single guys….Good luck!!

Advertisements

“Now That is Hard Work”

Friday, May 27, 2011 is like a hell for me. Really hate this Friday. A lot of works to do today and it made me so……*

Then i type G.O.O.G.L.E looking for inspiration for my writing, then i found this picture. This picture made me smile even just for 1 minute.

Man, that old man has hard work more than me 😀

“Now That is Hard Work”

Edward Maya “Streo Love”

Kemarin malem sempet ngoblong sama temen, kita sebut saja namanya “Joko”

Joko: Hey apa kabar? Gimana kerjaan?
Me: Beak cuy, kerjaan juga alhamdulilah baek, buktinya juga masih idup. Lu gimana?
Joko: Gw baek, sekarang gw ada di kota_______*sorry saya lupa namanya.
Pernah gak lu denger lagunya Lovers Cry by Edward Maya atau Stereo Love by Akcent?
Me: Wah gak pernah tuh, namanya aja baru denger.
Joko: Coba deh lu cari tuh lagu, keren banget.



***********************end****************************

Baru sore ini saya inget dengan obrolan semalem tentang Edward Maya, langsung saya minta tolong dengan tetangga sebelah saya untuk puterin lagu Edward Maya di You Tube cos di tempat saya tidak ada akses untuk buka You Tube:


Comment dari dia: “Lagu apan nih, gak asik”

Kemudian tetangga didepan saya juga comment “Iya tuh gak keren amat, emang rekomendasi dari siapa?”

Emang selera orang bule ama orang Indonesia beda. Saya juga berfikir “Sebenernya gak ada hal yang menarik dari lagu ini, hanya videonya aja yang keren”

Mungkin untuk pecinta lagu ber-genres House dan Electronic suka dengan lagu-lagu karya Edward Maya ini. Kalau untuk saya masih perlu untuk lebih banyak mendengarkan jenis lagu ini khususnya lagu Edward Maya untuk bisa suka sama lagunya dia.

Info lebih lengkap Edward Maya, Klik….

Perbedaan Orang Sehat dengan Orang Terluka

Orang Sehat itu:
1. Lebih mau berubah
2. Lebih mau menerima kegagalan
3. Lebih mau membahas persoalan
4. Lebih mau belajar dari orang lain
5. Lebih mau melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah
6. Mampu melakukan perjalanan dengan sedikit bawaan

Orang Terluka itu:
1. Kurang mau berubah
2. Kurang mau menerima kegagalan
3. Kurang mau membahas persoalan
4. Kurang mau belajar dari orang lain
5. Kurang mau melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah
2. Membawa banyak bagasi

Sumber: Winning With People by John C. Maxwell

Interview with “Straits Time Singapore”

Jumat, 20 Mei 2011

Alhamdulilah hari ini tidak seperti kemarin, walaupun kerjaan banyak tapi tetap tenang. Tidak seperti kemarin, pressure-nya tinggi banget, diserbu kanan kiri buat kepala jadi berat.

Hari ini saya mendapat pekerjaan langsung dari big bos yaitu menjawab pertanyaan wawancara dari “Straits Times Singapore” yaitu A Singapore Press Holding Website. Saya juga baru tau tentang Straits Time Singapore, kemaren ketika Head of Marketing info saya tentang website ini. Langsung cari alamat websitenya di Google, dan akhirnya ketemu juga.

Awal melihat website ini agak ribet dan complicated karena isinya yang banyak dan berbahasa Inggris semua :D. Tema-temanya juga berat-berat yang membahas tentang business, orang – orang hebat di Asia dan banyak lagi. Kalo di Indonesia mirip dengan Jakarta Post. Oke untuk pembahasan Straits Times Singapore sampai sini aja, terlalu banyak yang mau dibahas, takutnya saya pulang kemaleman (posisi saat ini masih dikantor, habis menyelesaikan semua pekerjaan untuk hari ini).

Pertanyaan yang diajukan oleh wartawan Straits Times ada 7 pertanyaan. Inti dari semua pertanyaan adalah tentang ketenagakerjaan Indonesia *berat kan? :D. berikut pertanyaan yang di ajukan:

1. Can you share with me what sort of jobs are in high supply in Indonesia? Do you see problems filling these vacancies? Why?
2. On the other hand, what sort of jobs are in high demand and why?
3. The recent World Bank and ILO reports have said the economy here has moved towards offering jobs in services sector but there seems to be a lack of qualified candidates for such jobs. In your observation, is this true? Can you elaborate why you agree or disagree?
4. What do you think is the problem for this situation as listed in Qn 3?
5. Also, for the jobs in high demand – how many CVs do you receive for one of those high-demand positions?
6. Can you give me an average pay range for jobs offered in the sectors that are popular and also the pay range for the sector that has lots of vacancies but low take-up rate?
7 .How long has JobsDB been in the market here?

Dari semua pertanyaan diatas ada satu pertanyaan yang memaksa saya untuk mencari informasinya disegala sudut Google (pertanyaan No.3), sebenarnya tidak ada sumber yang benar-benar cocok untuk pertanyaan tersebut. Alhasil saya menggabungkan informasi yang seadanya dengan opini saya saja.

Sebenarnya dengan diberikannya pekerjaan seperti ini sama saja saya mengasah otak saya sendiri untuk berfikir. Ya mau tidak mau saya berusaha untuk berfikir selayaknya bos saya saja…. awalnya sih saya tidak PD untuk mengajukan jawaban saya kepada big boss untuk di check. Ternyata boss hanya menambahkan bererapa kalimat tambahan saja, yang artinya semua jawaban saya sudah benar. Kalau saya masih kuliah mungkin saya bisa mendapatkan nilai A+ :D. dari sini saya menilai bahwa apa yang saya kerjaan itu ada hasilnya, I am so happy!!!!

Setelah menjalani proses karir saya selama ini, mulai dari seorang admin biasa yang tidak terlalu banyak berfikir, sampai dengan SEO Leader + copy writer dimana saya bener-bener harus belajar dari awal karena memang background pendidikan saya tidak sesuai dengan pekerjaan seorang SEO *leader lagi! :(. posisi sebagai SEO Leader memang saya rasakan sangat berat, karena disini saya bener-bener di gembleng langsung dari big boss dan juga manager creative. Hampir semua hasil kerja yang saya ajukan ditolak / perlu direvisi. Kadang-kadang saya merasa give up juga karena keseringan ditolak. Tapi manager creative saya selalu memberikan semangat kepada saya untuk tetap survive.

Kalau saya rasakan sekarang memang semua proses yang saja jalani kemarin ada hasilnya. Ability saya meningkat dari yang tidak tahu menjadi tau bahkan sudah bisa mengajarkan team saya. Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya capai saat ini, tapi belum semua saya capai. Dan terus terang tidak gampang untuk berada diposisi yang sekarang ini. MASIH HARUS BERJUANG LAGI!!!
SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

JOHN C. MAXWELL “WINNING WITH PEOPLE” (Part 1)

Pada dasarnya buku ini membahas tentang prinsip – prinsip hubungan yang efektif dengan orang lain. Bagaimana kita mempertahankan hubungan dengan orang lain yang sehat, karena cara kita mempertahankan hubungan dengan orang lain merupakan salah satu cara untuk menjadi orang sukses dalam setiap aspek kehidupan.

Salah satu bab yang paling saya suka adalah “Siapa Diri Kita Menentukan Bagaimana Kita Memandang Orang Lain”. Sebenarnya semua kesuksesan itu besasal dari bagaimana kita membina hubungan dengan orang lain tentu saja dalam hal yang positif. Lingkungan juga merupakan hal yang penting dalam kesuksesan. Kalau kita dikelilingi dengan orang – orang yang hebat, tentu saja kita akan perfikir dan bertindak selayaknya orang hebat. Dan sebaliknya jika kita berada pada lingkungan orang-orang yang tidak baik, ya mau tidak mau sikap kita pun seperti orang tidak baik.

Ada beberapa poin yang saya suka dari buku ini:

1. Kesiapan: APakah kita siap untuk memiliki hubungan dengan orang lain?
2. Hubungan: Apakah kita bersedia berfokus pada orang lain?
3. Kepercayaan: Bisakah kita membangun kepercayaan satu sama lain?
4. Investasi: Apakah Kita bersedia berinvestasi kepada orang lain?
5. Sinergi: Bisakah kita membangun hubungan menang-menang?

Saya coba untuk merenungkan dan menjawab pertanyaan ini.

Jawaban:

1. Saya siap
2. Saya siap
3. Saya bisa
4. Saya bersedia
5. Saya belum tau

Maxwell mengatakan bahwa, jika kita bisa menjawab pertanyaan ini dan memperatikannya dengan cara yang positif maka Anda akan berhasil membangun hubungan yang sehat dan efektif. Sebagai hasil dari hubungan ini adalah kesuksesan.

Kalau menurut saya, memang benar pernyataan diatas. Dengan siapa pun kita membangun hubungan secara positif pasti hasilnya juga akan positif. Dan saya juga mempunyai prinsip hidup>>>

“Saya melakukan hal baik hari ini, maka saya akan mendapatkan hasil yang baik mungkin hari ini, besok, lusa, 1 minggu kemudian, atau dalam waktu yang lama. Tetapi saya percaya hal baik itu akan datang kepada saya. Dan saya tidak merasa rugi jika saya harus menunggu hal baik itu akan datang kepada saya dalam waktu yang lama. Toh tidak ada salahnya kita menunggu kebaikan, ya kan?”

Bekerja Sesuai dengan Passion

Sulitnya mendapatkan pekerjaan seakan jadi masalah yang tidak pernah habisnya ada disekitar kita.  Betapa sering kita mendengar teman, saudara, tetangga kita yang mengeluh belum juga mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka.  Tingkat pendidikan yang tinggi dan kelulusan yang baik ternyata tidak bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang dan passion.  Hal ini terbukti dari tingginya tingkat pengangguran terbuka atau pengangguran akademik yang ada di Indonesia.  Di sisi lain, banyak perusahaan yang justru merasa kesulitan mencari kandidat atau calon karyawan yang berkualitas.

Besar angka pengangguran terbuka yang ada di Indonesia dan sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan background dan minat, hendaknya tidak mematahkan semangat untuk terus mencari kerja. Kesempatan selalu ada, jika Anda tahu di mana dan bagaimana memanfaatkannya.