lazyflowerisme

Just another WordPress.com site

Langkah-Langkah Membuat Baju

Tidak diragukan lagi setiap orang pernah membeli baju entah itu di toko baju, outlet, bahkan dipameran. Tapi berapa banyak orang yang mengetahui bagaimana proses pembuatan pakaian ? Dalam prosesnya, pembuatan pakaian tidak hanya melibatkkan satu pihak saja. Ada begitu banyak proses yang harus dilalui sampai hasil produk siap diedarkan, dan tentu saja proses ini tidak murah.

Selain dari peralatan mesin yang mahal, sebuah pabrik baju pun membutuhkan tenaga manusia untuk menggerakan mesin –mesin tersebut dan ada juga kegiatan dalam proses ini yang memang harus dikerjakan oleh tangan manusia.
Proses pembuatan pakaian di sebuah Pabrik Baju:

1. Design / Sketch
Dalam pembuatan baju, langkah pertama adalah membuat disain atau seketsa. Yang melakukan tugas ini adalah designer. Seorang designer bertugas untuk merancang baju dan menuangkan kreativitasnya ke dalam kertas seketsa. Kemudian seketsa akan dianalisa oleh panel designer. Panel designer akan memilih beberapa design yang terbaik dan kemudian design tersebut akan diproses untuk dibuatkan pola.

2. Pola Design
Seseorang yang bertugas untuk membuat pola design akan mengembangkan pola pertama untuk didisain berdasarkan ukuran standar. Proses ini dibuat dengan metode pola drafting dan tujuan pembuatan pola ini adalah untuk menciptakan sampel baju yang kemudian akan di tes uji.

3. Pembuatan Sampel
Pola design yang telah jadi, dikirim ke unit penjahit untuk diproses lebih lanjut. Pola tersebut dijahit pada belacu atau kain muslin. Sampel ini dibuat untuk dianalisa antara kesesuaian pola dan design. Setelah sampel dijahit kemudian ditinjau oleh panel designer, pembuat pola, dan penjahit untuk memastikan apakah ada perubahan atau tidak. Atau sampel baju memang sudah siap untuk diproses lebih lanjut.

4. Produksi Pola Design
Setelah contoh pola sudah oke! Maka contoh pola tersebut diambil untuk dibuatkan pola produksi. Pola produksi adalah pola yang akan digunakan untuk produksi pakaian yang lebih banyak. Pattern maker membuat pola pada kertas pembuatan pola standar yang terdiri dari berbagai kelas. Komponen paling penting, pola kertas tisu yang terbuat dari kertas teringan dan tertipis yang bisa didapatkan ditempat umum (toko kain).

Pola baju dapat dibuat dengan 2 cara : cara manual dan CAD/CAM. Sekarang ini banyak pabrik baju yang mengembangkan metode CAD/CAM karena kemudahannya dalam merancang pola dibandingkan dengan cara manual. Selain itu juga banyak pembeli yang lebih memilih pabrik baju yang menggunakan medote CAD/CAM. Salah satu kelebihan pola produksi yang dibuat dengan metode CAD/CAM adalah dapat disimpan dengan mudah dan Anda juga dapat memodifikasi setiap kali Anda menginginkannya.

5. Grading
Tujuan dari grading adalah untuk menciptakan pola dalam ukuran standar yang berbeda yaitu besar, sedang dan kecil atau ukuran standar lainnya (10, 12, 14, 16 dan seterusnya). Pada umumnya kita dapat menemukan pakaian yang sudah jadi dengan ukuran S, M, L, XL, dan XXL.

6. Marker Making
Marker making bertugas menentukan seberapa panjang dan lebar (dalam yard) kain yang dibutuhkan untuk setiap design. Computer software dapat membantu tim pengukur membuat tata letak kain yang pas sehingga kain dapat digunakan secara efisien. Pengukuran dibuat sesuai dengan pola-pola yang melekat pada kain. Anda dapat melekatkan pola pada kain dengan bantuan staples. seletah proses ini, maka tim pengukur akan mengetahui seberapa banyak kain yang akan dipesan .

7. Cutting
Kain yang telah dipesan kemudian dipotong dengan bantuan mesin potong (cutting machine) yang disesuaikan dengan jenis kainnya. Atau Anda juga dapat menggunakan mesin komputerisasi yang menggunakan sinar laser untuk memotong kain dengan bentuk yang diinginkan.

8. Sorting/ Bundling
Tim pernyortir menyortir pola sesuai dengan ukuran dan designnya dan kemudian tumpukan kain itu dibuat bundle. Pada proses ini membutuhkan ketelitian karena ketika kain dikumpulkan dalam bundle tapi ukuranya tidak sama, maka dapat membuat masalah yang lebih parah.

9. Sewing/Assembling
Proses selanjutnya adalah penjahitan. Pabrik baju yang sudah besar, memilih untuk memiliki unit penjahitnya sendiri dari pada memberikan proyek penjahitan ini kepada kontraktor. Salah satu alasannya adalah karena proses penjahitan bisa langsung dikontrol oleh pabrik itu sendiri agar dapat mengurangi “produk gagal”.

Pada proses ini akan ada begitu banyak operator yang mengendalikan mesin jahit. Sebagai contoh operator A akan menjahit khusus bagian lengan, kemudian operator B akan menjahit khusus bagian kerah bajunya saja dan sebagainya. Yang pada akhirnya bagian-bagian baju tersebut dijahit hingga terbentuklah sebuah baju lengkap.

10. Inspeksi
Setelah proses penjahitan selesai, proses selanjutnya adalah inspeksi. Dalam proses ini hasil jahitan akan diseleksi oleh quality control. Jahitan yang terbuka, teknik jahit yang salah, benang yang tidak cocok, dan benang yang kusut dapat mempengaruhi kualitas produk. Oleh sebab itu sebelum diedarkan baju akan diseleksi terlebih dahulu.

11. Pressing/Finishing
Pada proses ini, beberapa operator akan menggerakan mesin strika untuk merapihkan pakaian yang mengkerut sehingga pakaian akan terlihat lebih rapih.

12. Inspeksi Akhir
Pada sesi ini, pakaian akan diseleksi untuk yang terakhir kalinya. Bagi industri tekstil dan pakaian, kualitas produk benar-benar diperhatikan. Mereka tidak akan membiarkan salah satu produk mereka yang sudah diedarkan terlihat “gagal”, misal warna luntur, jahitan terbuka, kancing baju lepas, bahkan kain robek. Karena hal ini akan mempengaruhi image pabrik mereka sendiri.

13. Packing
Packing adalah proses terakhir dimana semua produk di-packing sesuai dengan ukuran, design, dan warna yang kemudian akan didistribusikan ke toko-toko baju.

 

 

2 responses to “Langkah-Langkah Membuat Baju

  1. Jubah Fesyen August 15, 2013 at 7:13 am

    Bila baca cerita nie… saya terkejut gak… apa pun saya setuju dengan awak… post nih akan di share di fb.. thanks for this info..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Leadership Freak

Empowering Leaders 300 Words at a Time

Late Blooming Entrepreneurs

Making it big in business after age 40

David Cummings on Startups

Over 2,000 posts on entrepreneurship and startups

The Frailest Thing

“There is absolutely no inevitability as long as there is a willingness to contemplate what is happening.” – Marshall McLuhan

Richard Gendal Brown

Thoughts on the future of finance

eggton

{salty wit + a sweet tooth}

The New (Cooking) Adventures of Ole' Bill

I'm a goofball who likes to cook. These are my stories.

Beer & Whiskey Brothers

Keep in Good Spirits, and Keep the Good Spirits in Ya!

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

Eat, Play, Love

making memories through food, wine and travel

spontaneous tomato

from the kitchen & travels of an always-hungry tomato-lover. (updated every other thursday)

Cookin' five square meters

Love for food in 5 square meters

Mikey's In My Kitchen

Cooking For An Inspirational Eater

SweetRevelations

A "sweet" food journal....

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 433 other followers

%d bloggers like this: