Gak Tau Cara Buat Baju? Ikuti 13 Langkah Ini

Tidak diragukan lagi setiap orang pernah membeli baju entah itu di toko baju, outlet, bahkan dipameran. Tapi berapa banyak orang yang mengetahui bagaimana proses pembuatan pakaian ? Dalam prosesnya, pembuatan pakaian tidak hanya melibatkkan satu pihak saja. Ada begitu banyak proses yang harus dilalui sampai hasil produk siap diedarkan, dan tentu saja proses ini tidak murah.

Selain dari peralatan mesin yang mahal, sebuah pabrik baju pun membutuhkan tenaga manusia untuk menggerakan mesin –mesin tersebut dan ada juga kegiatan dalam proses ini yang memang harus dikerjakan oleh tangan manusia.
Proses pembuatan pakaian di sebuah Pabrik Baju:

1. Design / Sketch
Dalam pembuatan baju, langkah pertama adalah membuat disain atau seketsa. Yang melakukan tugas ini adalah designer. Seorang designer bertugas untuk merancang baju dan menuangkan kreativitasnya ke dalam kertas seketsa. Kemudian seketsa akan dianalisa oleh panel designer. Panel designer akan memilih beberapa design yang terbaik dan kemudian design tersebut akan diproses untuk dibuatkan pola.

2. Pola Design
Seseorang yang bertugas untuk membuat pola design akan mengembangkan pola pertama untuk didisain berdasarkan ukuran standar. Proses ini dibuat dengan metode pola drafting dan tujuan pembuatan pola ini adalah untuk menciptakan sampel baju yang kemudian akan di tes uji.

3. Pembuatan Sampel
Pola design yang telah jadi, dikirim ke unit penjahit untuk diproses lebih lanjut. Pola tersebut dijahit pada belacu atau kain muslin. Sampel ini dibuat untuk dianalisa antara kesesuaian pola dan design. Setelah sampel dijahit kemudian ditinjau oleh panel designer, pembuat pola, dan penjahit untuk memastikan apakah ada perubahan atau tidak. Atau sampel baju memang sudah siap untuk diproses lebih lanjut.

4. Produksi Pola Design
Setelah contoh pola sudah oke! Maka contoh pola tersebut diambil untuk dibuatkan pola produksi. Pola produksi adalah pola yang akan digunakan untuk produksi pakaian yang lebih banyak. Pattern maker membuat pola pada kertas pembuatan pola standar yang terdiri dari berbagai kelas. Komponen paling penting, pola kertas tisu yang terbuat dari kertas teringan dan tertipis yang bisa didapatkan ditempat umum (toko kain).

Pola baju dapat dibuat dengan 2 cara : cara manual dan CAD/CAM. Sekarang ini banyak pabrik baju yang mengembangkan metode CAD/CAM karena kemudahannya dalam merancang pola dibandingkan dengan cara manual. Selain itu juga banyak pembeli yang lebih memilih pabrik baju yang menggunakan medote CAD/CAM. Salah satu kelebihan pola produksi yang dibuat dengan metode CAD/CAM adalah dapat disimpan dengan mudah dan Anda juga dapat memodifikasi setiap kali Anda menginginkannya.

5. Grading
Tujuan dari grading adalah untuk menciptakan pola dalam ukuran standar yang berbeda yaitu besar, sedang dan kecil atau ukuran standar lainnya (10, 12, 14, 16 dan seterusnya). Pada umumnya kita dapat menemukan pakaian yang sudah jadi dengan ukuran S, M, L, XL, dan XXL.

6. Marker Making
Marker making bertugas menentukan seberapa panjang dan lebar (dalam yard) kain yang dibutuhkan untuk setiap design. Computer software dapat membantu tim pengukur membuat tata letak kain yang pas sehingga kain dapat digunakan secara efisien. Pengukuran dibuat sesuai dengan pola-pola yang melekat pada kain. Anda dapat melekatkan pola pada kain dengan bantuan staples. seletah proses ini, maka tim pengukur akan mengetahui seberapa banyak kain yang akan dipesan .

7. Cutting
Kain yang telah dipesan kemudian dipotong dengan bantuan mesin potong (cutting machine) yang disesuaikan dengan jenis kainnya. Atau Anda juga dapat menggunakan mesin komputerisasi yang menggunakan sinar laser untuk memotong kain dengan bentuk yang diinginkan.

8. Sorting/ Bundling
Tim pernyortir menyortir pola sesuai dengan ukuran dan designnya dan kemudian tumpukan kain itu dibuat bundle. Pada proses ini membutuhkan ketelitian karena ketika kain dikumpulkan dalam bundle tapi ukuranya tidak sama, maka dapat membuat masalah yang lebih parah.

9. Sewing/Assembling
Proses selanjutnya adalah penjahitan. Pabrik baju yang sudah besar, memilih untuk memiliki unit penjahitnya sendiri dari pada memberikan proyek penjahitan ini kepada kontraktor. Salah satu alasannya adalah karena proses penjahitan bisa langsung dikontrol oleh pabrik itu sendiri agar dapat mengurangi “produk gagal”.

Pada proses ini akan ada begitu banyak operator yang mengendalikan mesin jahit. Sebagai contoh operator A akan menjahit khusus bagian lengan, kemudian operator B akan menjahit khusus bagian kerah bajunya saja dan sebagainya. Yang pada akhirnya bagian-bagian baju tersebut dijahit hingga terbentuklah sebuah baju lengkap.

10. Inspeksi
Setelah proses penjahitan selesai, proses selanjutnya adalah inspeksi. Dalam proses ini hasil jahitan akan diseleksi oleh quality control. Jahitan yang terbuka, teknik jahit yang salah, benang yang tidak cocok, dan benang yang kusut dapat mempengaruhi kualitas produk. Oleh sebab itu sebelum diedarkan baju akan diseleksi terlebih dahulu.

11. Pressing/Finishing
Pada proses ini, beberapa operator akan menggerakan mesin strika untuk merapihkan pakaian yang mengkerut sehingga pakaian akan terlihat lebih rapih.

12. Inspeksi Akhir
Pada sesi ini, pakaian akan diseleksi untuk yang terakhir kalinya. Bagi industri tekstil dan pakaian, kualitas produk benar-benar diperhatikan. Mereka tidak akan membiarkan salah satu produk mereka yang sudah diedarkan terlihat “gagal”, misal warna luntur, jahitan terbuka, kancing baju lepas, bahkan kain robek. Karena hal ini akan mempengaruhi image pabrik mereka sendiri.

13. Packing
Packing adalah proses terakhir dimana semua produk di-packing sesuai dengan ukuran, design, dan warna yang kemudian akan didistribusikan ke toko-toko baju.

4 Tips Supaya Bisnis Baju Kaos Sukses Dipasaran

Bisnis baju kaos sekarang sudah banyak digandrungi oleh pemuda-pemudi kita. Salah satu alasannya adalah walaupun semakin banyak model baju bermunculan belakangan ini, kaos tetap menjadi idola hampir disetiap kalangan (baik tua maupun muda) dengan kata lain kaos tidak lekang oleh waktu.

Bisnis kaos bisa dikatakan bisnsi “creativity” oleh karena itu kreativitas tinggi sangat diperlukan. Sudah banyak contoh bisnis kaos baik Indonesia maupun mancanegara yang sudah menggapai kesuksesan dengan kreativitasnya. Contohnya saja “Dagadu”-pabrik kaos asal Yogyakarta dan C59 – pabrik kaos asal Bandung. Sedangkan brand luar negeri ada DIESEL, GUESS, KENNETH COLE, ARMANI, AQUA VI, dan masih banyak lagi.

kaos

Bisnis kaos memang tampak menyenangkan, apa lagi bagi Anda yang suka berkreativitas dan bereksperimen. Tapi sebelum mulai bisnis ada baiknya Anda mengetahui tips memulai bisnis kaos berikut ini:

1. Lakukan Penelitian dan Perencanaan
Ketika Anda ingin memulai sebuah bisnis apapun bisnisnya, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan research dan planning. Anda tidak boleh memulai suatu bisnis hanya berdasarkan pada rasa suka. Anda tetap membutuhkan hasil research dan perencanaan yang matang.

Dapatkanlah berbagai informasi mendasar tentang bisnis kaos. Anda bisa mencari tau dari pabrik kaos yang sudah memulai bisnis terlebih dahulu bagaimana mereka bisa mendapatkan untung besar dan bertahan hingga kini.

Anda juga harus menetapkan anggaran sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis ini. Mungkin Anda memiliki rencana besar, tapi Anda memiliki dana yang kecil. Jadi pastikan Anda mempunyai sumber daya yang cukup untuk memenuhi harapan Anda.

2. Buat Brand/Merek Sendiri
Membuat merek sendiri tentu saja merupakan pondasi utama untuk bisnis Anda, jadi Anda harus benar-benar memperhatikan bagian ini. Buatlah merek yang mempunyai kepribadian yang kuat dan unik. Ingat kepribadian yang kuat dan unik akan selalu menonjol!

Mulailah untuk memikirkan nama yang aneh, unik, mudah diingat, dan berbeda dari yang lain. Jangan lupa juga untuk membuat tagline yang merangkum semua inti dari merek Anda ke dalam satu kalimat, sehingga konsumen tau bisnis Anda ini tentang apa sih!

3. Buat Design Anda Sendiri
Pada proses ini, coba Anda cari referensi sebanyak mungkin tentang design kaos yang sedang tren pada saat ini. Anda bisa bergabung dalam forum-forum design untuk mendapatkan input atau mencari design kaos secara online di http://www.guru.com, http://www.elance.com, atau http://www.odesk.com. Jika Anda bukan seorang graphic designer, maka Anda membutuhkan seseorang designer untuk membantu Anda dalam mengeksekusi design Anda.

Setelah design selesai, mulailah pada proses pencetakan gambar. Kalau Anda ingin memproduksi sendiri pembuatan kaos, Anda membutuhkan berbagai macam alat sepeti printer inkjet, printer kertas biasa, iron-on transfer papers, electric iron dan tentu saja kain yang sudah dipilih. Mungkin proses ini terlihat kompleks bagi Anda yang baru pertama kali memulai bisnsi kaos, tapi kalau Anda sudah menjalaninya hal ini akan terasa menyenangkan karena Anda akan menuangkan segala kreatifitas Anda.

Jika Anda tidak ingin direpotkan dengan proses tersebut, ditambah lagi Anda tidak mempunyai peralatan yang lengkap, maka Anda bisa menyerahkan proses pembuatan kaos tersebut kepada pabrik kaos yang sudah Anda percaya. Anda hanya menyerahkan hasil design Anda kepada pabrik kaos tersebut dan jangan lupa untuk menjelaskan apa yang Anda harapkan dari kaos Anda.

4. Ketahui Pesaing Anda
Jangan malas untuk selalu mengawasi pesaing Anda. Berapa harga yang mereka lempar ke konsumen, design mereka seperti apa, bahan yang digunakan apa, dan promosi apa saja yang mereka berikan kepada pelanggan mereka. Anda harus belajar dari pesang Anda. Jika mereka bisa, Anda juga pasti bisa. Tapi ingat, Anda harus datang dengan konsep dan ide-ide Anda sendiri.

Tips Membeli Tas Fashion Secara Online

Tas fashion/Fashion Bag/Korean Fashion Bag pasti sudah sangat familiar di telinga Anda. Sebagai anak muda, tentu barang seperti ini sudah tidak asing lagi bagi Anda.

Tas fashion atau yang sering disebut sebagai fashion bag memang benar-benar fashionable belakangan ini. Banyak wanita, khususnya anak-anak perempuan senang memakai tas fashion, dimana dengan menggunakan tas fashion bisa melambangkan status sosial dan taste seseorang (contohnya saja sebagai anak gaul yang selalu update dengan perkembangan dunia fashion).

Selain itu juga, tas fashion terkenal dengan harganya yang “miring” jika dibandingkan dengan tas branded. Sehingga, siapa pun dapat menggunakan tas fashion.

Bagitu banyaknya tas fashion yang beredar dipasaran baik pasar online maupun offline, tentunya membuat para pembeli waswas bagaimana cara memilih tas fashion yang baik. Khususnya jika Anda hendak membeli tas fashion secara online.
Berikut tips membeli tas fashion secara online:

1. Perhatikan Reputasi Toko Online
Memilih barang seacara online tidaklah semudah yang Anda pikirkan jika dibandingkan dengan memilih barang ketika Anda pergi ke mall atau pusat perbelanjaan yang lain. Ketika Anda memilih tas secara online, Anda tidak melihat fisik barang tersebut. Anda tidak bisa merasakan bagaimana bahannya, exact shape, kualitas pembuatannya dan sebagainya. Jadi penting sekali untuk melirik reputasi toko online yang Anda pilih.

2. Harga
Walaupun tas fashion harganya bisa dikatakan “miring” bukan berarti semua tas yang harganya murah mempunyai kualitas baik. Ingat hukum dagang “Ada harga ada khualitas”. Membeli tas yang harganya lebih tinggi dari rata-rata dapat meminimalisir kekecewaan saat menerima paket nantinya. Tapi alangkah baiknya jika Anda melakukan research terlebih dahulu untuk model tas fashion yang akan Anda beli.

3. Baca Deskripsi Gambar
Barang tidak sesuai dengan gambar! Hal ini sudah sering terjadi dalam jual beli online. Ketika kita melihat gambar yang dipajang dalam toko online, memang terlihat sangat bagus dan menarik, tetapi tidak sedikit pembeli yang merasa tertipu dengan gambar. Oleh sebab itu baca dengan teliti deskripsi gambar tersebut. Bahannya apa? Ukurannya berapa? Ada aksesorisnya atau tidak? Dan sebagainya.

4. Beli Sample
Bagi para reselleryang ingin terjun dalam bisnis toko online, biasanya mereka menyebarkan gambar terlebi dahulu tanpa mengetahui kualitas produk yang sebenarnya. Sangat disarankan bagi Anda yang reseller untuk membeli contoh produk dari toko online pilihan Anda, sehingga Anda bisa menilai standard produk mereka seperti apa. Dari sini ,Anda bisa mempertimbangkan apakah produk tersebut cocok dengan pasar Anda atau tidak.

Membeli barang online memang susah-susah gampang. Kalau salah pilih Anda bisa rugi. So, pintar-pintarlah memilih tas fashion secara online supaya Anda tidak kecewa ketika menerima paket dari toko online tersebut.

The Best Haircut for Your Face

Forget trends — your face shape determines your best look.

The Answer’s in the Mirror

When it comes to getting great hair, don’t look any further than your own mirror. Whether you’re a “heart,” “round,” or “oval,” your best cut is determined by your face. Everyone’s face is different and it’s important to understand that every hairstyle is not for every face shape. To accentuate balance and beauty, strive for a hairstyle that works with your particular face shape. That strategy will not only give you your best look, but also emphasize your best features. Be sure to bring this up with your stylist and make it an important determination in your new look. Read more…

 

Cara Berbusana Sesuai Bentuk Tubuh

Bagi wanita tampil gaya dengan fashion tebaru merupakan faktor penting dalam kehidupan social mereka. Tampil gaya sih boleh, tapi harus tetap memperhatikan “who you are”.

Berbusana ala gue adalah bagaimana cara berbusana yang mengenal bentuk tubuh diri kamu sendiri dan memahami apa yang diperlukan oleh tubuh, bukan semata karena mengikuti fashion terkini. Karena pada dasarnya berbusana itu bagaimana mengalihkan perhatian orang dari kekurangan dalam diri kita pada kelebihan. So you have to be smart to know your body type and the real you!

Sebagian besar bentuk tubuh wanita termasuk dalam 4 kategori : Bundar (thick around the middle), tiangle (lebih besar pada bagian bawah), jam pasir (kecil pada bagian tengah), rectangle (lurus dari atas sampai bawah).
Berbusana Ala Gue
1. Bundar
Jika tubuh kamu cenderung besar pada bagian tengah (missal paska melahirkan), gunakan baju yang sedikit longgar (tidak ketat pada bagian tengah untuk menyembunyikan perut kamu yang penuh). Hindari untuk memakai belt, dan baju yang menggantung.

2. Triangle
Bentuk ini didefinisikan sebagai bahu dan dada yang lebih kecil dibandingkan dengan pinggul. Hindari pakaian seperti sweaters yang oversize, skinny jeans dan pants, dan rok yang extra ketat.

3. Jam Pasir
Bentuk tubuh dengan kategori seperti ini memang bentuknya seperti jam pasir, besar pada bagian dada, paha dan bokong. Sedangkan pada bagian garis pinggang dan lekuk tubuh mengecil. Gunakan baju yang menonjolkan bentuk tubuh, seperti bagian dada agak terbuka sehingga memperlihatkan bahu yang indah. Dan gunakan celana pensil ataupun rok A-line yang memperlihatkan bagian kaki yang indah.

4. Rectangle
Bagi kamu mempunyai bentuk tubuh, seperti bagian payudara dan pinggul yang sama, tidak mempunyai garis pinggang yang kelas, maka kamu termasuk dalam kategori ini. Hindari untuk menggunakan dress yang tipis dan ketat. Sebuah coat panjang dengan detail berstruktur geometris yang dipadu dengan ikat pinggang bisa membuat Anda terlihat lebih berlekuk dan seksi.

 

In Fashion Women vs Men

Pernahkah kamu memperhatikan keberadaan pria dan wanita dalam dunia fashion? Sadar atau tidak sadar, wanita selalu berusaha untuk mengikuti mode melebihi para pria. Selalu melihat trend terbaru dan menantikan seseorang akan menyanjung sosok terbaru mereka.

 
Wanita akan berlangganan majalah fashion untuk menelusuri fashion terbaru dan menjadi yang pertama untuk berpenampilan dengan gaya terbaru. Namum, banyak pria tidak terlalu memusingkan mode terbaru yang sedang trend dalam pasaran. Mereka lebih memilih kenyamanan dalam berpakaian dan tentu saja memakai pakaian yang sangat mereka sukai.

 
Penekanan pada kecantikan wanita telah meningkat banyak dalam abad terakhir ini. Media dan industri fashion juga lebih fokus pada perkembahan dunia fashion wanita dibandingkan pria. Banyak majalah yang mereview penampilan selebriti wanita dalam berpakaian atau pun memberikan tips dalam berbusana.

 
Pria jelas menunjukkan persaingan mereka dengan cara yang lain. Tidak melalui mode, tetapi para pria begitu tertarik dalam memperoleh otot dan kebugaran. Coba saja kamu perhatikan adik, kakak ataupun pacar mu, mereka lebih suka nongkrong di fitness center dari pada di mall.