ONWARD- Bagaimana Starbuck Bertahan Hidup dan Bangkit Kembali Tanpa Kehilangan Jiwanya, GOOD OR BAD!

Saya adalah pecinta kopi yang tidak terlalu fanatik tapi sangat menikmati moment-moment ketika menyeruput kopi. Apa pun jenis kopinya kalau cara minumnya dinikmati ya tetep saja akan terasa  fantastik. Jenis kopi yang saya suka adalah black coffee. Kenapa ya? emm… menurut saya dalam seduan black coffee kita masih bisa mencium aroma yang bener-bener coffee dan rasanya pun coffee banget. Beda dengan cappuccino atau jenis kopi yang berasal dari negara Italy lainnya yang sudah dicampur dengan milk, chocolate, cream dan ingredient lainnya.

Pernah coba kopi luwak? Untuk teman-teman yang suka dengan kopi sepertinya udah pernah nyobain kopi yang berasal dari perut Luwak ini :D. Emang kedengerannya agak jijik sih “keluar bersamaan dengan puup nya Luwak”, tapi beneran rasanya oke banget dan berbeda dari black coffee biasanya baik itu jenis Arabika ataupun Robusta. Karena produksi Kopi Luwak dinilai sangat langka, maka harganya pun gak tanggung-tanggung! harga 1 cangkir coffee luwak di cafe bisa beli sekitar 20 gelas kopi biasa atau bahkan lebih.

Rasa kecintaan saya terhadap kopi tidak hanya sebatas menyeruput kopi. Baca-baca buku yang berhubungan dengan kopi sudah! Niat mau kursus jadi barista sudah! (baru niat belum terlaksana :D). Sampai mengelola biji kopi sampai ke bubuk kopi sendiri pun sudah! Nah yang baru-baru ini adalah baca bukunya Onward “Bagaimana Starbuck Bertahan Hidup dan Bangkit Kembali Tanpa Kehilangan Jiwanya”. 

Pertama kali melihat sampul depan buku ini sudah membuat saya tertarik. Lengkap dengan logo Starbuck, bentuk muka dan mahkota di atas kepala + dengan warna hijau dan putih yang sudah menjadi ciri khas. Membaca sampul depan dan belakang serta beberapa headline judul, sudah cukup meyakinkan saya untuk mempunyai buku dengan total halaman 472 lembar .

Membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membaca semua lembar. Walaupun mata sudah perih, tapi tidak menghalangi saya membaca buku ini ketika sedang berkonsentrasi.

Menurut saya buku ini merupakan karya yang luar biasa. Berbeda dengan buku kepemimpinan lainnya yang biasanya menjelaskan teory bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik, buku ini merupakan kisah nyata dari seorang Onward yang penuh gairah untuk memulihkan visi perusahaan yang ia bagun.

Saya pribadi banyak mengambil pelajaran dari buku ini. Ada beberapa strategi bisnis yang ia gambarkan secara rinci dalam buku ini yang ia terapkan pada Starbuck. Dengan membaca buku ini juga saya mengetahui pola pikir beberapa orang hebat yang menjabat di Starbuck company.

Yang sangat saya suka dari Onward sebagai seorang pemimpin adalah, ia memimpin dengan hati. Ia melibatkan hatinya ketika memimpin Starbuck dimana tidak semua pemimpin mempunyai kualitas sepseti dia. Dalam cerita, dia bahkan menulis memo memo kecil yang ditujukan untuk para manager Starbuck untuk mengungkapkan gagasan, strategi bahkan untuk mengungkapkan rasa kekecewaannya. Menurut saya ini sangat luar biasa. Ia masih menggunakan hal-hal kuno seperti itu. Tapi itulah intinya, ia menggunakan hati dalam kepemimpinannya.

Fan page Starbuck

Advertisements

Akhirnya!

Hi every one! Seneng deh bisa balik lagi di dunia WordPress after sekian lama absen. Baru aja pulang dari Gambir untuk beli tiket ke Lampung untuk tante dan Bana. Ampun deh transportasi umum di Jakarta parah banget. Macet dimana-mana. Sepertinya cerita dari tahun ke tahun judulnya tetap sama “Traffic”. Masalah dari abad ke abad  tidak terselesaikan oleh pemerintah!

Oke cukup membahas masalah traffic yang baru aja saya alami tadi. Alasan kenapa saya kepengen banget untuk update sesuatu di https://lazyflowerisme.wordpress.com adalah bermula dari perbincangan saya dengan salah satu teman dalam dunia maya yang meminta CV saya. Memang 2 hari yang lalu saya sempat berdiskusi dengan beliau kalau saya sedang mencari pekerjaan baru. Dan beliau tanya “what is your specialty?” langsung aja bo’ saya jabarkan sedikit tentang pekerjaan saya. Eh… tanpa disangka ternyata beliau adalah salah satu Marketing Manager disalah satu resort ternama di Indonesia yang baru aja kehilangan   staff Digital Marketing nya. Emmm pucuk cinta ulam pun tiba….

Resume belum terkirim. Masih jadi “Draft”. Kemudian check-check portfolio. Ya sudah…sampailah di blog ku ini! Setiap postingan saya baca lagi satu per satu. Mulai dari paling older sampai pada new post. Ternyata…saya merindukan masa lalu saya :(. Saat-saat menuntut ilmu di ex company. Dan sempet ketawa-ketawa sendiri juga karena baca tulisah sendiri heheheee…. :D.

Masalalu memang sebuah cerita yang bisa membuat kita tertawa dan sedih pada waktu yang sama ya… :). Biarlah masa lalu menjadi cerita yang selalu bisa saya kenang kapan pun saya mau, tapi saya tidak akan tinggal dalam cerita lalu itu, karena saya siap untuk masa depan saya *azzeeekkkk 😀 *kaya orang waras …